Tampilkan postingan dengan label Wasit Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wasit Olahraga. Tampilkan semua postingan

Aturan Seragam Resmi Wasit Menurut ITTF

eragam Resmi Wasit Menurut ITTF

Wasit InternasionalKomisi Referee dan Wasit ITTF atau biasa disebut ITTF Umpires and Referees Committee (URC) telah menerapkan aturan mengenai seragam wasit berikut atribut dan warnanya yang bekerja di berbagai ajang Kejuaraan Dunia yang diakui ITTF setelah 1 Januari 2005. Wasit internasional yang bekerja di ajang ITTF namun bukan Kejuaraan Dunia boleh memakai seragam nasionalnya ( jika ada) ataupun mengikuti aturan seragam wasit internasional ITTF.
Menjadi tanggung jawab Wasit Internasional - atau Induk Organisasi Tenis Meja Nasional mereka, untuk menyediakan seragam yang direkomendasikan ketika mereka mendapat mandat bekerja di ajang Kejuaraan Dunia.

Tujuan dari adanya aturan seragam untuk wasit internasional ITTF bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi atau menunjukkan identitas unik tiap-tiap negara tetapi untuk menunjukkan keseragaman dan profesionalitas di hadapan penonton ataupun stasiun TV peliput.


Seragam Wasit Lengkap untuk bekerja di lingkungan sejuk / ber-AC

 

Pria

Wanita
Jas / Jaket
Warna “Biru Laut” berkancing sebaris
Sama
Kemeja / Blus
Kemeja lengan panjang berkerah warna “Biru Muda
Blus lengan panjang berkerah warna “Biru Muda
Celana panjang / Rok
Celana panjang warna “Khaki / Tan
Rok / celana panjang warna “Khaki / Tan
Dasi
Dasi warna “Merah” - boleh dengan logo ITTF
Scarf warna “Merah” - boleh dengan logo ITTF
Sabuk – jika memakai
Sabuk warna “Hitam” dengan gesper kecil
Sama
Sepatu
Sepatu warna “Hitam” dengan sol non marking.
Sama
Kaos Kaki
Kaos kaki warna “Hitam” minim setinggi mata kaki
Jika memakai rok boleh memakai kaos kaki / pembalut kaki hingga di atas lutut
Sweater (tambahan ketika musim dingin)
Sweater berwarna “Biru Laut” baik lengan panjang maupun pendek boleh dipakai di bawah jas jika suhu ruangan terlalu dingin. 
Sama
Lencana / Pin
Lencana / Pin ITTF International Umpire – dipakai di sisi kiri kelepak jas.
Sama
Lencana / pin tambahan (tidak wajib)
Hanya satu lencana / pin lain yang berukuran lebih kecil dari lencana / pin IU mewakili asosiasi asal. Dipakai di sisi kanan kelepak jas.
Sama
Aksesoris yang menunjukkan identitas asosiasi asal, daerah asal, keanggotaan di organisasi lain atau partisipasi di ajang sebelumnya.
Tidak ada
Sama
Aksesoris yang menunjukkan mandat lain.
Ketika bekerja sebagai wasit internasional, hanya lencana / pin IU yang harus dikenakan meskipun memiliki kualifikasi lain (contoh. Referee Nasional / Internasional)
Sama
Topi atau hiasan kepala lain
Tidak ada – kecuali diperbolehkan Referee
Sama
Papan nama dada
Sebuah papan nama dada dengan huruf berwarna hitam menggunakan font Times New Roman dengan nama belakang semua dalam huruf besar, diikuti koma kemudian nama depan (atau nama yang dipilih) dalam huruf kecil dengan huruf pertama saja yang huruf besar. 
Papan nama dada harus berukuran lebar 2 cm dan panjang 8 cm dan dikenakan di kelepak jas sisi kanan setinggi lencana / pin IU.
Sama
Contoh papan nama dada:
Satu nama BELAKANG dan satu Nama depan
Dua nama depan
Dua Nama BELAKANG dan Dua Nama depan
Satu nama depan & Nama panggilan (dalam kurung)
Dua nama depan & Nama panggilan Junior, Senior, III
Nama belakang gabung
Nama belakang gabung dan dua nama depan


DILLON, Steven
MOHAMMED, Hassan-Ibrahim
LIEBANA ANDRES, Juan-Carlos
ZHANG, Cheong  (Joe)
ZAKI, Mohammed Hassan (MO)
ZIPPER, José (Jr.)
LAI-FATT, Liu
ABDEL-MEGEED, Khaled-Ali


MARCUM, Susan
MONTGOMERY, Mary-Elizabeth
GUELBENZU FERNENDEZ, Maria-Teresa
CHAN, Hua (Linda)
FENG, Wan-Ting (Amy)

AL-KHALIFA, Mona
VAN-DER-BIEST, Elaine-Ingrid


Seragam Wasit Ringkas untuk bekerja di lingkungan panas / tidak ber-AC

 

Pria

Wanita
Jas / Jaket
Tidak ada
Tidak ada
Kemeja / Blus
Kemeja lengan pendek berkerah warna “Biru Muda. Jangan T-SHIRT
Sama
Celana panjang / Rok
Celana panjang warna “Khaki / Tan
Celana panjang / rok warna “Khaki / Tan
Dasi
Tidak ada
Tidak ada
Sabuk – jika memakai
Sabuk warna “Hitam” dengan gesper kecil
Sama
Sepatu
Sepatu warna “Hitam” dengan sol non marking.
Sama
Kaos Kaki
Kaos kaki warna “Hitam” minim setinggi mata kaki
Jika memakai rok boleh memakai kaos kaki / pembalut kaki hingga di atas lutut
Lencana / Pin
Lencana / Pin ITTF International Umpire – dipakai di sisi kiri kemeja.
Sama
Lencana / pin tambahan (tidak wajib)
Hanya satu lencana / pin lain yang berukuran lebih kecil dari lencana / pin IU mewakili asosiasi asal. Dipakai di bawah papan nama dada.
Sama
Papan nama dada
Sebuah papan nama dada dengan huruf berwarna hitam menggunakan font Times New Roman dengan nama belakang semua dalam huruf besar, diikuti koma kemudian nama depan (atau nama yang dipilih) dalam huruf kecil dengan huruf pertama saja yang huruf besar. 
Papan nama dada harus berukuran lebar 2 cm dan panjang 8 cm dan dikenakan di sisi kanan kemeja setinggi lencana / pin IU.
Sama


sumber : http://tenismeja.org/peraturan-tenis-meja/artikel-peraturan-a-perwasitan/859-aturan-seragam-resmi-wasit-menurut-ittf.html

Perwasitan Dalam Sepak Bola

wasitan Dalam Sepak Bola

imagea . Syarat-syarat Menjadi Wasit
Untuk menjadi wasit harusmemenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Berbadan sehat menurut keterangan dokter (tidak berkacamata, tidak buta warna, dan penglihatan baik.
2) Umur antara 24 sampai 40 tahun.
3) Berijazah SMA atau sederajat.
4) Memahami dan melaksanakan janji wasit
5) Mengetahui dan memahami peraturan sepak bola dengan baik.
b . Perlengkapan wasit
1) Perlengkapan pakian dan sepatu bola yang lengkap.
2) Peluit
3) Notes dan alat tulis
4) Pencatat waktu (jam, stop watch)
5) Koin untuk undian.
6) Kartu merah dan kartu kuning.

c . Kerjasama Antara Wasit, Hakim Garis, dan Wasit Cadangan
Dalam memimpin suatu pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit cadangan. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah memasuki lapanganpermainan. Wasit dan hakim garis harus saling bekerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya, supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik dan lancer. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin tergantung dari kerjasama pengadil dilapangan tersebut.
1) Tugas Seorang Wasit
a) Menegakkan dan menjalankan peraturan.
b) Membuat putusan yang memihak pada tim yang membuat pelanggaran.
c) Membuat catatan jalannya pertandingan.
d) Memberikan tendangan bebas langsung atau tidak langsung.
e) Memberikan hukuman tendangan (penalty kick).
f) Memberikan teguran dan peringatan pada pemain yangmembuat pelanggaran.
g) Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.
h) Menentukan bola sesuai dengan syarat atau standar tidak.
2) Tugas Hakim Garis
a) Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh pada peraturan-peraturan yang berlaku.
b) Memberi isyarat kepada wasit dalam hal-hal sebagai berikut:
· Menentukan arah bola (trow in, corner kick, goal kick)
· Menentukan seorang pemain off-side atau tidak.
3) Tugas Wasit Cadangan
a) Menggantikan wasit atau hakim garis apabila ada yang berhalangan.
b) Mengurusi pergantian pemain.
c) Memberi isyarat padawasit jika pertandingan sudah selesai.
d) Mengatur official adan pemain pangganti.
e) Menerima isyarat dari wasit tentang penghentian pertandingan.
f) Memberikan pendapatnya bila diminta oleh wasit utama.
d . Posisi Wasit dan Hakim Garis
Agar wasit dapat mengamati pertandingan dengan cermat,maka wasit dan pembantu wasit perlu menempatkan diri di tempat yang benar, sehingga semua kejadian penting dapat diamati dengan baik. Kejadian itu seperti; permulaan pertandingan, tendangan sudut, tendangan gawang, tendangan hukuman, dll.
e . Isyarat-Isyarat Wasit dan Hakim Garis
Isyarat ialah suatu tanda berkenaan dengan permainan. Dalampermainan sepak bola isyarat tersebut dapat diberikan oleh wasit atau hakim garis, atau wasit pengganti.
1) Isyarat Wasit
Isyarat wasit dapat berupa peluit dan gerakan tangan, yaitu:
a) Bunyi Peluit
Bunyi peluit dari wasit umunya ada 2 macam yang didasarkan atas tujuan atau keguanaannya. Bunyi peluit dua kali pendek yang diikuti panjang, ini digunakan wasit sebagai isyarat dalamhal-hal sebagai berikut:
· Agar para pemain siap untuk memasuki lapangan permainan.
· Permainan dalam babak 1 selesai.
· Permainan dalam babak 2 selasai.
Bunyi peluit panjang satu kali,ini digunakan wasit sebagai isyarat dalam hal-hal berikut:
· Permainan dapat dimulai.
· Penghentian permainan untuk sementara karena ada kejadian
- Terjadi pelanggaran atas peraturan permainan.
- Bola keluar lapangan.
- Terjadi gol.
- Ada pemain yang cidera.
- Gangguan oleh cuaca atau penonton.
b) Gerakan Tangan
Untuk lebih memperjelas keputusannya isyarat wasit yang berupa bunyi peluit akan diikuti dengan gerakan tangan sebagai isyarat. Isyarat tangan itu diantaranya:
· Mengankat salah satu tangan lurus ke atas baik tangan kanan atau kiri berarti “ terjadi pelanggaran dengan hukuman tendangan bebas tidak langsung “.
· Mengangkat kedua tangan didepan dada menghadap kebawah dan digerakkan menyilang berarti “ tidak terjadi pelanggaran “.
· Kedua tangan menggantung sejajar disamping badan dengan telapak tanganmenghadap kedepan selanjutnta digerakan ke depan berarti “ meminta pemain untuk mundur ke belakang “.
· Salah satu tanganmenunjuk titik tengah berarti “ terjadi bola masuk kegawang/gol secara sah”.
· Salah satu tanganmenunjuk ke suatu tempat,sedang tangan yanglain menunjuk ke suatu arah, berarti “ menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran dan arah bola “.
· Pada permulaan permainan wasit mengangkat salah satu tangan kea rah hakim garis dan pemain, berarti “ meminta yang bersangkutan siap untukmemulaipertandingan “.
2) Isyarat Hakim Garis
Untuk memberikan isyarat hakim garis menggunakan bendera. Isyarat itu adalah:
a) Mengangkat bendera lurus ke atas, berarti “ memberitahu kepada wasit untuk menghentikan permainan, karena bola keluar atau ada kejadian ataupun terjadi pelanggran, dengan menunjukkan bendera kearah tempat tersebut.
3) Isyarat Wasit Cadanagan
Isyarat dari wasit cadangan diberikan dari luar lapangan.isyarat itu antara lain:
a) Adanya pergantian pemain
b) Memberitahukan sisa waktu pertandingan
f . Isyarat-Isyarat Wasit Dalam Pertandingan


sumber :  http://ws-or.blogspot.com/2011/04/perwasitan-dalam-sepak-bola.html

(Lanjutan) Isyarat dan Gerak Wasit pada Perwasitan Bola Voli

melengkapi apa yang sudah ane share : http://bacaberitaini.blogspot.com/2010/10/perwasitan-bola-voli.html



Pertandingan bola voli dipimpin oleh seorang wasit utama (wasit I) yang dibantu wasit II. Untuk menjadi seorang wasit harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan PBSI sebagai induk bola voli Indonesia. Sebuah pertandingan bola voli dipimpin oleh petugas, yaitu seorang wasit I, wasit II, dan linesmen. Khusus untuk linesmen, jika pertandingannya berskala internasional maka diharuskan memasang empat linesmen. Namun, jika pertandingan di bawah skala internasional, maka diperbolehkan hanya memasang dua linesmen. Penempatan masingmasing petugas lapangan ditunjukkan oleh Gambar 9.14.
Syarat-syarat menjadi Wasit Bola Voli
Berikut ini syarat-syarat menjadi wasit bola voli.
1) Sehat jasmani dan rohani.
2) Berbakat menjadi wasit.
3) Memiliki ketertarikan terhadap permainan bola voli.
4) Minimal lulusan SMA atau sederajat.
5) Berumur antara 20 - 40 tahun.
6) Berdedikasi tinggi.
7) Menjadi anggota salah satu perkumpulan bola voli.
Pakaian dan Perlengkapan Wasit
Wasit bola voli harus mengenakan atribut sesuai ketentuan selama memimpin pertandingan. Berikut ini kelengkapan yang harus dipakai wasit.
1) Memakai celana dan baju kaos berkerah.
2) Memakai sepatu karet putih.
3) Memakai badge wasit sesuai klasifikasinya.
Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Wasit
1) Tugas Wasit
  • Memimpin jalannya pertandingan agar lancar. Oleh karena itu, seorang wasit harus tegas dalam mengambil keputusan, tidak memihak salah satu tim (netral), dan bersikap objektif.
  • Meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang seluk beluk perwasitan bola voli. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari informasi terkini serta belajar dari wasit yang lebih profesional dan kaya pengalaman mewasiti.
  • Menyebarluaskan peraturan permainan di masyarakat.
  • Meningkatkan mutu perwasitan, khususnya di masyarakat dan di Indonesia pada umumnya.

2) Kewajiban dan Wewenang Wasit
  • Berkewajiban memimpin pertandingan bola voli baik di tingkat cabang, daerah, nasional, maupun internasional.
  • Tidak berhak memimpin pertandingan di atas klasifikasi sertifikat yang dimilikinya.

Prosedur Mewasiti
Dimulai dan diakhirinya pertandingan serta dihentikannya sejenak pertandingan karena adanya pelanggaran, ditandai dengan ditiupnya peluit. Peniupan peluit selama pertandingan berlangsung hanya boleh dilakukan oleh wasit I dan wasit II. Berikut ini beberapa prosedur yang harus diikuti wasit selama memimpin pertandingan bola voli.

  1. Wasit I memberikan tanda untuk service yang memulai suatu pertandingan.
  2. Wasit I dan wasit II memberikan tanda pada akhir suatu permainan (bola mati, setelah mereka merasa yakin bahwa terjadi suatu kesalahan serta mereka telah memahami sifat pelanggarannya).
  3. Peniupan peluit pada waktu bola mati bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka menyetujui atau menolak suatu permohonan regu.
  4. Wasit I dapat meniup peluit untuk memberikan peringatan atau menjatuhkan hukuman salah sikap seorang anggota pemain atau regu itu sendiri.
  5. Pada waktu wasit meniup peluit untuk memberikan tanda penghentian permainan, mereka harus sudah bisa menunjukkan sifat kesalahan dan isyarat tangan yang resmi, pemain yang bersalah, serta regu giliran yang melakukan service, sekaligus memberikan tanda apakah ada regu yang mendapatkan angka dari kesalahan itu.
  6. Wasit dan hakim garis harus dapat menunjukkan sifat kesalahan dengan isyarat tangan yang resmi atau suatu pengajuan penghentian seperti berikut ini.
  • Isyarat hanya dilakukan untuk seketika, yaitu dilakukan dengan satu tangan untuk menunjukkan regu yang bersalah atau yang menunjukkan permohonan.
  • Setelah itu wasit menunjukkan pemain yang bersalah jika penghentian itu karena kesalahan.
  • Wasit mengakhiri dengan menunjukkan regu yang mendapat giliran service.

Posisi Wasit


Selama menjalankan tugasnya, wasit I dan II menempati posisinya di sisi kanan dan kiri lapangan sesuai dengan ketentuan berikut ini.
  1. Wasit I berada dalam posisi duduk atau berdiri di atas kursi wasit yang berada di salah satu ujung net. Area pandangan kira-kira 50 cm, di atas garis horizontal permukaan atas net.
  2. Wasit II menjalankan tugas sambil berdiri di sisi lain berseberangan serta menghadap wasit I ketika suatu regu melakukan service, dia harus berdiri di sepanjang daerah depan penerima service. Setelah itu dia boleh pindah ke depan meja pencatat.

Keterangan :

Tanggung Jawab Wasit I
Wasit I dalam permainan bola voli bertugas memimpin pertandingan dan sudah memegang tanggung jawab sebelum pertandingan dimulai, ketika pertandingan sedang berlangsung, hingga pertandingan berakhir, dan sesudah pertandingan berlangsung, yang kesemuanya ada dibawah ini :


Tugas Wasit II
Wasit II dalam bola voli secara umum merupakan pembantu wasit I. Namun, pada kondisi tertentu wasit II dapat menggantikan, mewakili, dan melaksanakan tugas wasit I. Sementara itu, secara khusus wasit II memiliki tugas-tugas berikut ini.
  1. Mengawasi posisi pemain, baik selama pertandingan berlangsung atau ketika perpindahan tempat pada set penentuan.
  2. Mengawasi gerak-gerik para pemain cadangan. Selanjutnya, melaporkannya pada wasit I jika menemukan kesalahan sikap.
  3. Mencegah pemain cadangan melakukan pemanasan di luar lapangan pertandingan ketika permainan berlangsung.
  4. Mengawasi jumlah time out dan pergantian pemain yang sudah dilakukan tiap tim, kemudian melaporkannya pada wasit I dan pelatih tim.
  5. Menyetujui permintaan time out yang sah dan mengawasi jangka waktu perlaksanaannya.
  6. Menolak pengajuan time out yang tidak sah.
  7. Dapat menunjukkan kesalahan lain tanpa meniup peluit, meskipun bukan daerah yang menjadi tanggung jawabnya, namun tidak boleh menekan wasit I.
  8. Menentukan perlu atau tidaknya pengeringan permukaan lantai permainan yang dianggap basah atau licin.

Tanggung Jawab Linesmen
Penempatan linesmen (hakim garis) adalah berbeda jika pertandingan menggunakan dua linesmen atau empat linesmen. 
  1. Jika menggunakan dua linesmen, maka masing-masing berdiri di sudut berseberangan atau secara diagonal pada sudut bebas. Tujuannya agar dapat mengawasi garis belakang dan garis samping pada posisi terdekat.
  2. Jika menggunakan empat linesmen, masing-masing berdiri di daerah bebas pada jarak kira-kira 1 - 3 m dari tiap sudut lapangan. Posisi mereka menghadap perpanjangan garis imajiner yang harus diawasinya. Tiap-tiap hakim garis tersebut bertanggung jawab untuk memberi isyarat mengenai kesalahan yang menjadi wewenangnya.

Isyarat-isyarat Wasit dan Petugas Bola Voli Lainnya


semoga dapat membantu.


SUMBER : http://sinauwerno-werno.blogspot.com/2012/12/isyarat-dan-gerak-wasit-pada-perwasitan.html

KIAT-KIAT SUKSES MENJADI WASIT TAEKWONDO ( Bag. II )

Taekwondo dapat dikategorikan ke dalam cabang olahraga beladiri, secara umum kejuaraan taekwondo dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: kyorugi (pertarungan) dan poomse (rangkaian jurus). Pada kejuaraan poomse tidak ada peran wasit, yang ada hanya beberapa juri yang memberikan nilai pada peserta, baik nomor tunggal ataupun beregu. Sedangkan pada kyorugi, peran wasit sangatlah penting, karena benar-benar harus memimpin dan mengatur dua atlet yang bertanding (bertarung). Untuk menjadi seorang wasit taekwondo harus memenuhi beberapa persyaratan dibawah ini:

  1. WNI yang baik, dan berdedikasi tinggi
  2. Berbadan sehat dan fisik normal
  3. Pendidikan minimal lulus SMA atau sederajat
  4. Sabuk hitam minimal DAN I
  5. Lulus dalam penataran perwasitan sesuai dengan jenjang yang diikuti
  6. Lulus tes fisik, psikologis sesuai dengan standar minimal yang ditentukan
  7. Usia minimal 20 tahun
Semua persyaratan ini harus dipenuhi, karena menjadi seorang wasit taekwondo bukan perkara yang mudah, sebab wasit harus mampu memimpin setiap pertandingan hingga beberapa ronde. Untuk itu sangat diperlukan badan yang bugar (tidak sakit) dan mental yang kuat agar tetap dapat memimpin jalannya pertandingan dengan maksimal. Lalu dalam taekwondo syarat menjadi wasit adalah minimal sabuk hitam DAN I, karena seorang wasit harus mengetahui seluk beluk tentang taekwondo, filosofi, dan teknik-tekniknya.

Untuk menjadi seorang wasit taekwondo yang sukses dalam memimpin jalannya pertandingan, tentunya harus memiliki beberapa kompetensi yang diperlukan sebagai seorang wasit taekwondo, yaitu: wasit harus menguasai peraturan pertandingan taekwondo, menguasai pedoman perwasitan taekwondo, wasit harus mampu menguasai atlet, pelatih, dan penonton dalam memimpin jalannya pertandingan, lalu wasit taekwondo juga harus memiliki kemampuan untuk menjadi juri.

Setelah persyaratan menjadi wasit taekwondo terpenuhi dan menguasai kompetensi sebagai seorang wasit taekwondo, hal berikutnya yang sangat dibutuhkan seorang wasit adalah sikap. Seorang wasit harus disiplin, jujur, adil, konsisten, tegas dalam memutuskan, memiliki kesabaran, memiliki ketenangan dan harus bersikap netral. Sikap-sikap ini sangat penting dimiliki wasit, karena sedikit saja wasit melakukan kecurangan, maka hal ini akan sangat merugikan pihak yang dicurangi, bahkan kecurangan di dalam pertandingan olahraga akan mencoreng sportivitas dalam dunia olahraga.

Selain itu wasit yang tidak memilki sikap (adil, tegas atau konsisten) seperti tersebut diatas, akan membuat kepercayaan penonton, atlet, official ataupun pelatih menjadi hilang, bahkan hal itu akan memencing emosi penonton dan pihak-pihak yang bersangkutan, yang akibatnya pertandingan akan kacau dan tidak berjalan dengan baik.

Seorang wasit taekwondo yang profesional harus mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik pada saat pertandingan berlangsung, mengusai kompetensi sebagai seorang wasit taekwondo, mampu berperan dan bersikap dengan baik. Disamping itu wasit juga berkewajiban untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang perwasitan taekwondo yang terus berubah, menyebarluaskan peraturan pertandingan dikalangan taekwondo (sosialisasi) dan meningkatkan mutu perwasitan dikalangan taekwondo.

Jika semua ini mampu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, barulah seorang wasit dapat dikatakan sukses dalam melaksanakan profesi perwasitan taekwondo, yang berakibat wasit tersebut akan memperoleh kepercayaan dan diakui sebagai seorang wasit professional oleh para insan olahraga yang bersangkutan. Dan tentunya pertandingan akan berjalan dengan baik dan maksimal.
 
 
sumber : http://universologi.blogspot.com/2012/03/kiat-kiat-sukses-menjadi-wasit.html

KIAT-KIAT SUKSES MENJADI WASIT TAEKWONDO ( Bag. I )

Wasit adalah orang yang memiliki kemampuan dalam memimpin jalannya suatu pertandingan dari awal sampai akhir pertandingan dengan penuh disiplin, jujur, tegas, adil, tanpa memihak salah satu kontingen. Peran wasit amatlah penting dalam suatu pertandingan olahraga apapun, karena tanpa wasit pertandingan akan kacau, tidak ada yang mengatur, tidak ada yang memimpin dan tidak ada yang memutuskan kalah dan menang. Oleh karena itu suatu pertandingan olahraga tidak akan berjalan dengan baik atau bahkan sama sekali tidak berjalan tanpa adanya seorang wasit yang memimpin pertandingan.

Sebenarnya peran apa saja yang dapat dilakukan wasit dalam memimpin pertandingan. Menurut Agung Nugroho (2011: 4), dalam memimpin jalannya pertandingan wasit dapat berperan sebagai:
  1. Pemimpin, yaitu dapat menguasai atlet, pelatih dan penonton dalam memimpin pertandingan
  2. Polisi, yaitu menghentikan, memberi pembinaan, tegoran, dan peringatan kepada atlet yang      bersalah
  3. Hakim, yaitu memberi hukuman kepada atlet yang melakukan pelangaran
  4. Penyelamat, yaitu menghentikan pertandingan (bila atlet keluar arena pertandingan, terjadi     cedera panggil dokter, arena licin, dll)
  5. Guru, yaitu membimbing atlet supaya bermain dengan sportif, fairplay dengan cara selalu      membina pada atlet
  6. Model (Teladan atau Panutan) yang dapat dicontoh, yaitu sikap, suara, ketegasan,     kesabaran, gerakan atau langkah yang benar dan rapi. Wasit dapat memberikan kepercayaan bagi atlet, pelatih, maupun penonton.
Dari penjelasan diatas, kita menjadi tahu begitu pentingnya peran dan tugas wasit dalam suatu pertandingan olahraga. Karenanya seorang wasit harus memiliki bekal dan kompetensi yang diperlukan agar pertandingan dapat berjalan dengan baik dari awal sampai akhir, begitu pula untuk berprofesi dibidang perwasitan, alangkah baiknya kita mengetahui kiat-kiat sukses menjadi wasit yang profesional. Pada makalah ini penulis akan memberikan kiat-kiat sukses menjadi wasit yang profesional dicabang olahraga taekwondo, mulai dari cara, kompetensi yang diperlukan, sikap, ilmu pendukung, dll.
 
sumber : http://universologi.blogspot.com/2012/03/kiat-kiat-sukses-menjadi-wasit.html

Model Artis Terseksi

Cewek Cantik Hot

Solusi Soal CINTA

Wanita Idola

Postingan Populer