Tampilkan postingan dengan label Seputar Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Puasa. Tampilkan semua postingan

Resep Menu Buka Puasa - Resep Kolak Biji Salak

Resep Kolak Biji Salak

Resep Kolak Biji Salak
Resep kolak biji salak ini kami posting karena beberapa hari lagi akan memasuki bulan ramadhan. Kolak biji salak salah satu makanan yang paling banyak disajikan pada saat berbuka (ta'jil). Membuat kolak biji salak sendiri tentu akan lebih terjamin higienis dibandingkan jika membeli di pinggir jalan atau di pasar kaget ramadhan. Karena bukan rahasia lagi kadang ditambahkan zat tambahan berbahaya seperti pewarna dan pengawet...


Bahan-Bahan :
500 gr ubi kuning / atau ubi ungu
200 gr tepung kanji
1/2 sdt garam
1 lbr daun pandan
250 gr gula merah, sisir
3 sdm gula pasir
1 ltr air

Kuah Santan :
300 ml santan kental
1/2 sdt garam
1 lbr daun pandan

Cara Membuat Kolak Biji Salak :


Kupas ubi, potong - potong menjadi empat bagian kemudian kukus hingga matang. Tumbuk ubi saat masih panas.
Masukkan tepung kanji dan garam sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan tangan bersih.
Bentuk bulat sesuai selera menyerupai biji salak.
Masak air hingga panas lalu masukkan biji salaknya. Masak hingga biji salak sedikit mengembang kemudian angkat.
Di wadah yang beda masak 1 liter air, gula merah, gula pasir, dan daun pandan hingga mendidih lalu masukkan biji salak yang telah direbus.


Cara Membuat Kuah Santan :
Masak santan bersama garam dan daun pandan sambil diaduk perlahan, pastikan santan tidak pecah. Angkat dan dinginkan.

Santan yang sudah dingin ditambahkan pada mangkuk saji yang telah diisi biji salak.

Resep Menu Buka Puasa - Semur Betawi

Semur Betawi - Menu Buka Puasa


Resep Semur Betawi - Menu Buka Puasa

Bahan:
  • 6 butir telur ayam rebus matang
  • 3 buah kentang kupas potong menurut selera
  • 6 buah tahu putih ukuran 6 cm
  • 2 sdm minyak goreng
  • 6 butir cengkih, 3 cm kulit kayu manis, 1/2 biji pala memarkan
  • 10 sdm kecap manis
  • 750 ml air
  • Haluskan: 7 siung bawang putih, 2 siung bawang putih, 1 sdt garam dan 1/2 merica bubuk

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan air, kecap manis, cengkih, kayu manis dan pala didihkan.
  2. Masukkan kentang, tahu, telur, masak hingga kuah menyusut dan berwarna gelap, angkat.
  3. Semur betawi yang lezat siap dihidangkan untuk acara buka puasa di rumah.

Resep Menu Buka Puasa - Ayam Kuah Suun

Ayam Kuah Suun - Menu Buka Puasa


Resep Ayam Kuah Suun - Menu Buka Puasa

Bahan:
  • ½ ekor ayam kampung, potong 6 bagian
  • 1 sdm jeruk nipis
  • Kuah:
  • 1 sdm minyak sayur
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • ½ cm jahe, cincang halus
  • 1 liter air
  • 100 g sawi putih, iris kasar
  • 100 g sawi hijau, iris kasar
  • 50 g suun kering, rendam hingga lunak, tiriskan, iris kasar
  • ½ sdt merica bubuk
  • 2 sdt garam
Cara membuat:
  1. Lumuri potongan ayam dengan air jeruk agar aromanya tidak anyir.
  2. Kuah: Tumis bawang putih dan jahe hingga wangi.
  3. Tuangi air, didihkan.
  4. Masukkan potongan ayam, kecilkan api. Masak hingga ayam lunak dan kuah tinggal 750 ml.
  5. Tambahkan sayuran, suun, merica, dan garam. Didihkan kembali.
  6. Angkat. Sajikan hangat dengan sambal kecap rawit untuk hidangan menu buka puasa (cukup untuk 4 orang).

Resep Menu Buka Puasa - Sop Bakso Tahu

Sop Bakso Tahu - Menu Buka Puasa


Resep Sop Bakso Tahu - Menu Buka Puasa

Bahan:
  • 1 sdm minyak goreng
  • 1 sdt minyak wijen
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 liter kaldu ayam
  • 1 ikat sawi hijau, potong-potong
  • garam dan merica secukupnya
  • Bahan bakso tahu:
  • 1 buah tahu putih besar, haluskan
  • 100 gr udang cincang
  • 1 sdm tepung sagu
  • 1 butir telur
  • 6 butir telur puyuh, rebus matang dan kupas
  • garam, merica dan vetsin secukupnya
  • Taburan : irisan daun bawang dan irisan seledri
Cara Membuat:
Bakso tahu: campur tahu dengan udang, sagu, telur, garam, merica, dan gula pasir,
aduk rata. Ambil satu telur puyuh dan bungkus rata dengan adonan bakso. Taruh
dalam pinggan tahan panas yang sudah di olesi minyak dan kukus sampai matang.

Kuah: Panaskan minyak dan tumis bawang putih hingga harum. Tuangkan ke dalam
kaldu ayam, didihkan. Tambahkan minyak wijen, jahe, garam, dan merica. Setelah
mendidih,masukkan sawi hijau dan biarkan hingga layu, lalu angkat. Siapkan
mangkuk, tata tahu, beri kuah dan taburi irisan daun bawang dan seledri. Hmm.., sop bakso tahu pun akan menjadi santapan praktis yang istimewa dalam menu buka puasa yang indah.

Puasa Sunnah &Keutamaannya

Segala pujian yang terbaik hanya milik Alloh Ta’ala yang telah mensyariatkan bagi hamba-Nya ibadah-ibadah yang sunnah di samping ibadah yang wajib. Sehingga kaum muslimin mempunyai kesempatan yang amat banyak untuk menutupi dan menambal kekurangan yang ada pada ibadah-ibadah wajib. Dan juga sebagai simpanan yang dapat memperberat timbangan di hari kiamat kelak. Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:


  1. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.
  3. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
  4. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)
  5. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
  6. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
  8. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
  9. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
  10. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).
Demikianlah beberapa jenis puasa sunnah yang disyariatkan dalam agama ini. Kita memohon kepada Alloh agar diberikan rasa cinta dalam diri kita terhadap amalan yang dapat mendekatkan diri ini kepadaNya.



http://anjaskagawa.blogspot.com/2011/04/puasa-sunnah.html

Resep Menu Buka Puasa - Sop Buntut Sapi

Sop Buntut Sapi - Menu Buka Puasa


Resep Sop Buntut Sapi - Menu Buka Puasa

Bahan
  • Buntut Sapi ½ kg
  • Wortel 6 bh, potong 3 cm belah dua memanjang
  • Kentang 3 bh, potong dadu
  • Daun Seledri cincang halus
  • Irisan Bawang Merah goreng
  • Mentega 3 sdm
  • Bumbu
  • 3 siung bawang putih
  • Lada butir sesuai selera
  • Biji Pala 1 cm
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa secukupnya
  • Gula pasir 1 sdt
  • Kayu Manis 1 cm
  • Cengkeh 5 bh
Cara Membuat:
  1. Rebus buntut sapi selama kira-kira 1 jam atau sampai daging agak empuk.
  2. Haluskan bawang putih, lada, biji pala dan garam lalu goreng dalam mentega
  3. Masukan cengkeh dan kayu manis, setelah harum angkat lalu masukan pada rebusan buntut sapi.
  4. Masukan wortel dan kentang, rebus sampai matang
  5. Masukan daun seledri, penyedap rasa dan gula
  6. Aduk rata, matikan api dan taburi dengan bawang merah goreng.
  7. Sop buntut sapi yang menggoda selera siap disantap untuk menu berbuka puasa bersama keluarga.

HIKMAH PUASA DALAM TINJAUAN AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN

Manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh karena itu manusia diutus oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang tertinggi yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah yang lain adalah manusia dikaruniai oleh Allah dengan akal sedangkan makhluk Allah yang lain tidak. Dengan akalnya ini manusia berusaha sejauh mungkin untuk mengupas rahasia-rahasia alam karena alam semesta ini diciptakan oleh Allah dan tak akan lepas dari tujuannya untuk memenuhi kebutuhan makhluknya. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka"
(QS. Ali Imran : 191)

Ayat inilah yang membuat orang mulai berpikir untuk mencari hikmah dan manfaat yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah diantaranya adalah hikmah yang tersembunyi dari kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang diperintahkan oleh Allah khusus kepada orang-orang yang beriman. Hal ini seperti disebutkan di dalam firman Allah yaitu :
"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"
(QS. Al Baqarah : 183)
Sudah barang tentu hikmah puasa tersebut sangat banyak baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umat (masyarakat) pada umumnya. Diantara hikmah-hikmah tersebut yang terpenting dan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia sampai saat ini antara lain :
a. Memelihara kesehatan jasmani (Badaniyah)
Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.
Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Berpuasalah maka kamu akan sehat"
(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)
Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"
(HR. Ibnu Majah)
Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :
1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.
2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.
3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.
b. Membersihkan rohani dari sifat-sifat hewani menuju kepada sifat-sifat malaikat
Hal ini ditandai dengan kemampuan orang berpuasa untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan untuk berzikir kepada Allah (Zikrullah). Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malaikat, sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah, selalu berzikir kepada Allah, selalu bersih, dan doanya selalu diterima.
Dengan demikian maka wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan fasilitas dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Turmudzi yaitu :
"Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya"(HR. Turmudzi).
Juga dalam hadits lain dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘As, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul"
(HR. Ibnu Majah)
Disamping itu hikmah yang terpenting dari berpuasa adalah diampuni dosanya oleh Allah SWT sehingga jiwanya menjadi bersih dan akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Hal ini diperkuat dengan hadits Nabi yaitu :
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda :
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungannya (mengharapkan keridla’an Allah) maka diampunilah dosa-dosanya.
(HR. Bukhari)
Juga dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yaitu :
Dari Sahl r.a dari Nabi SAW beliau bersabda :
"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan Rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tidak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil : Mana orang yang berpuasa ? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera dikunci, maka tidak seorangpun lagi yang dapat masuk"
(HR. Bukhari)
Dengan demikian maka dapatlah disimpulkan bahwa berpuasa membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Sehingga setelah seseorang selesai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan diharapkan ia menjadi bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani dan kembali suci bagai bayi yang baru lahir. Amiin.

Daftar Pustaka :
- M. Noor Matdawam, Ibadah puasa dan amalan-amalan di Bulan Suci Ramadhan
- M Noor Matdawam, Pembinaan dan Pemantapan Dasar Agama
- Maftuh Ahnan, Mutiara Hadits Shahih Bukhari
- Al Qur’an



http://www.f-adikusumo.staff.ugm.ac.id/artikel/hikmah1.html

Resep Menu Buka Puasa - Bubur Procot

Bubur Procot – Masakan Berbuka Puasa
http://citarasa.files.wordpress.com/2008/08/buburprocot.jpg?w=225&h=278
Bahan:
* 10 pisang raja, kukus, potong serong.
* 1250 cc santan.
* 1 sdt garam.
* 2 lembar daun pandan.
* 300 gram gula merah, sisir.
* 350 gram tepung beras.
* Daun pisang secukupnya, buat takir atau sudi.
Cara membuat:
1. Masak setengah santan dengan garam, daun pandan, dan gula. Aduk agar tidak pecah hingga mendidih.
2. Campur tepung beras dan setengah sisa santan. Aduk hingga tercampur rata.
3. Masukkan campuran tepung beras ke dalam santan mendidih, aduk terus hingga matang.
4. Masukkan pisang raja, masak sebentar, Angkat.
5. Sajikan bubur procot dalam takir atau sudi dari daun pisang.

Hikmah Puasa


Hikmah puasa terangkum dalam firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Dalam ayat ini, Allah SWT tidak berfirman dengan menggunakan redaksi: “Agar kamu sekalian menderita”, atau “sehat”, atau “bersahaja (hemat)”. Akan tetapi Allah SWT berfirman dengan menggunakan redaksi, agar kamu sekalian bertakwa. Dengan demikian, ayat tersebut dapat kita pahami bahwa Allah SWT menjadikan puasa sebagai ujian ruhani (spiritual) dan moral, dan sebagai media (sarana) untuk mencapai sifat dan derajat orang-orang yang bertakwa. Allah SWT menjadikan pula takwa sebagai tujuan utama dari pengalaman ibadah puasa tersebut.
Ibnu Mas’ud ra. merumuskan sebuah kaidah dalam memahami ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, Hai orang-orang yang beriman, “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, maka perhatikanlah dengan saksama, karena setelah seruan itu tidak lain adalah sebuah kebaikan yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.” 
Al-Ghazali pun telah menguraikan hikmah puasa ini dalam kitab monumentalnya, Ihya 'Ulum Ad-Din. Ia berkata: “Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu, sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Manusia adalah makhluk yang memiliki kedudukan (derajat) di atas binatang karena dengan cahaya akal pikirannya ia mampu mengalahkan hawa nafsunya, dan di bawah derajat malaikat karena manusia diliputi hawa nafsu. Manusia diuji dengan melakukan mujahadah terhadap hawa nafsunya. Jika ia terbuai oleh hawa nafsunya, ia jatuh ke dalam derajat yang paling rendah, masuk dalam perilaku binatang. Dan Jika ia dapat menundukkan (mengekang) hawa nafsunya, ia naik ke derajat yang paling tinggi dan masuk dalam tingkatan malaikat.”
Ibnu Al-Qayim menambahkan hikmah puasa ini dengan menjelaskan secara terperinci: “Tujuan puasa adalah mengekang diri dari hawa nafsu dan menundukkannya, mendapatkan kesenangan dan kenikmatan hakiki serta kehidupan yang suci dan abadi, turut merasakan lapar dan dahaga yang teramat sangat agar peka terhadap rasa lapar kaum fakir miskin, mempersempit jalan setan dengan mempersempit jalur makan dan minum, mengontrol kekuatan tubuh yang begitu liar karena pengaruh tabiat sehingga membahayakan kehidupan dunia dan akhirat, menenangkan masing-masing organ dan setiap kekuatan dari keliarannya, dan menali-kendalinya. Sebab puasa merupakan tali kendali dan perisai bagi orang-orang yang bertakwa serta training (penggemblengan) diri bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.”
Selanjutnya, Ibnu Al-Qayim menambahkan penjelasannya tentang rahasia dan tujuan puasa dengan gaya bahasanya yang khas: “Puasa memiliki pengaruh dan potensi kekuatan yang luar biasa dalam memelihara anggota badan dari memakan barang yang merusak kesehatan. Puasa memelihara kesehatan jiwa dan raga, dan mengembalikan kepadanya apa yang telah dirampas oleh kekuatan hawa nafsunya. Puasa adalah media yang paling baik untuk membantu mencapai derajat takwa.”
Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan manusia meraih gelar muttaqin. 
Pertama, puasa membiasakan seseorang takut kepada Allah SWT, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang mengontrol dan melihat kecuali Allah SWT.
Kedua, puasa mampu menghancurkan tajamnya syahwat dan mengendalikan nafsu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu bisa menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah berpuasa, karena puasa sesungguhnya dapat mengendalikan syahwat.

Ketiga, puasa membiasakan seseorang berkasih sayang. Membiasakan untuk selalu berkurban dan bersedekah. Di saat ia melihat orang lain serbakekurangan, tersentuhlah hatinya untuk berbagi kepadanya.
Keempat, puasa membiasakan keteraturan hidup, yaitu orang yang berpuasa akan berbuka pada waktu yang sama, dan tidak ada yang lebih dulu karena kehormatan, harta, atau jabatan, misalnya.
Kelima, adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan dalam melaksanakan kewajiban agama.
Keenam, puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap dalam tubuh, terutama pada orang yang mempunyai kebiasaan makan dan sedikit kegiatan.
Ketujuh, puasa dapat membersihkan jiwa, karena puasa hakikatnya memutus dominasi syahwat. Syahwat bisa kuat dengan makan dan minum, dan setan selalu datang melalui pintu-pintu syahwat. Dengan berpuasa, syahwat dapat dipersempit geraknya.
Kedelapan, puasa membentuk manusia baru, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah SWT, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana  bayi yang baru lahir.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini akan mengantarkan menjadi hamba-hamba-Nya yang muttaqin. Amin. (baihaqi)

http://esq-news.com/ramadhan/hikmah-puasa.html

Resep Menu Buka Puasa - Bubur Talas Ketan

Bubur Talas Ketan – Resep Masakan Bubur Puasa
http://resep.gramediamajalah.com/images/detail/1290997642detail__ABB-SA02.jpg
Bahan:
* 250 gram talas, kukus, haluskan dalam keadaan panas.
* 3 sdm gula halus.
* 7 sdm tepung tapioka.
* 1 sdm minyak goreng.
* 8 sdm air hangat.
* 2 tetes pewarna merah.
* 2 tetes pewarna hijau.
* 2 tetes pewarna kuning.
* 1 pisang tanduk, rebus, potong balok (panjang 4 cm, lebar dan tinggi 1 cm).
Kuah:
* 400 santan sedang.
* 1 sdt vanili.
* 150 gram gula pasir.
* 2 sdt garam.Rumah Islami
* 50 gram kelapa muda, potong dadu.
* 5 nangka mengkal, potong dadu kecil.
Cara membuat:
1. Campur talas, gula halus, tepung tapioka, dan minyak.
2. Aduk rata, tambahkan air sedikit demi sedikit, uleni hingga kalis.
3. Bagi adonan menjadi tiga.
4. Masing-masing adonan diberi pewarna merah, hijau, dan kuning.
5. Bentuk bulat-bulat, pipihkan.
6. Rebus air hingga mendidih, masak bulatan-bulatan talas hingga matang. Angkat dan siram dengan air dingin.
7. Kuah: masak semua bahan kecuali nangka, aduk terus hingga tidak pecah. Angkat dan masukkan nangka.
8. Sajikan bubur talas dengan sausnya.

Makna Puasa Ramadhan Dalam Islam

Aturan puasa dalam agama Islam
Dalam agama Islam, aturan puasa itu ditetapkan setelah aturan shalat. Kewajiban puasa itu ditetapkan di Madinah pada tahun Hijrah kedua, dan untuk menjalankan ini, ditetapkanlah bulan Ramadan. Sebelum itu, Nabi Suci biasa melakukan puasa sunnat pada tanggal 10 bulan Muharram, dan beliau menyuruh pula supaya para sahabat berpuasa pada hari-hari itu. Menurut Siti ‘Aisyah, tanggal 10 Muharram dijadikan pula hari puasa bagi kaum Quraisy (Bu. 30:1).
Jadi asal mula adanya aturan puasa dalam Islam, ini terjadi sejak zaman Nabi Suci masih di Makkah. Tetapi menurut Ibnu ‘Abbas, setelah Nabi Suci hijrah ke Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram, dan setelah beliau diberitahu bahwa Nabi Musa suka menjalankan puasa pada hari itu untuk memperingati dibebaskannya bangsa Israel dari perbudakan raja Fir’aun, beliau lalu menyatakan bahwa kaum Muslimin lebih dekat kepada Nabi Musa daripada kaum Yahudi, maka beliau menyuruh agar hari itu dijadikan hari puasa (Bu. 30:69).


Peraturan universal

Dalam Qur’an Suci, bab puasa hanya dibicarakan dalam satu tempat, yaitu dalam ruku’ 23 Surat al-Baqarah saja, walaupun di lain tempat ada pula uraian tentang puasa, tetapi sebagai fidyah, artinya tebusan dalam suatu perkara.
Ruku’ tersebut diawali dengan pernyataan aturan puasa adalah aturan universal: “Wahai orang-orang yang beriman, puasa diwajibkan kepada kamu sebagaimana diwajibkan pula kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjaga diri dari kejahatan” (2:183). Benarnya uraian ini, yakni puasa “diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu”, ini dibuktikan oleh sejarah agama. Hampir semua agama besar yang diturunkan di dunia terdapat aturan puasa, walaupun tak sama tekanannya dan tak sama pula bentuk dan motifasinya. “Cara dan motifnya berbeda-beda tergantung kepada iklim, kebangsaan, peradaban dan keadaan lain, tetapi sulit sekali untuk menyebut puasa suatu aturan agama yang samasekali tak dikenal” (Ency. Bri. bab Puasa).
Hanya agama Kong Hu Cu sajalah yang menurut salah seorang penulis Encyclopaedia Britannica tak mengenal aturan puasa. Agama Zaratustra sering juga disebut sebagai agama yang tak mengenal puasa, “menyuruh kepada para pendeta supaya sekurang-kurangnya menjalankan puasa lima tahun sekali”. Pada dewasa ini agama Kristen tak begitu menganggap perlu menjalankan ibadah puasa, akan tetapi Yesus Kristus bukan saja menjalankan puasa empatpuluh hari dan menjalankan puasa pada hari Penebusan sebagai orang Yahudi sejati, melainkan pula menyuruh muridnya supaya menjalankan puasa. Sabdanya: “Dan apabila kamu puasa, janganlah kamu menyerupai orang munafik dengan muramnya … Tetapi engkau ini, apabila engkau puasa, minyakilah kepalamu, dan basuhlah mukamu” (Matius 6:16-17).
Terang sekali bahwa murid beliau menjalankan puasa, tetapi tak begitu kerap seperti orang-orang Baptis, yang pada waktu ditanyakan mengenai itu, beliau menjawab bahwa mereka akan seringkali menjalankan puasa setelah beliau mangkat (Lukas 5:33-35). Dalam Injil diuraikan bahwa orang-orang Kristen zaman permulaan menjalankan puasa (Kisah Rasul-Rasul 13:2-3; 14:23). Bahkan Santo Paulus pun berpuasa (2 Korintus 6:5; 1:27).

Pengertian baru yang diketengahkan oleh Islam

Pernyataan Tuan Cruden dalam kitab Bible Concordance, bahwa semua umat hanya menjalankan puasa “pada waktu berkabung, dukacita dan kemalangan”, ini diperkuat oleh banyak fakta. Pada umumnya, di kalangan kaum Yahudi, puasa itu dijalankan sebagai tanda berkabung dan dukacita. Misalnya Nabi Dawud dikatakan menjalankan puasa tujuh hari pada waktu puteranya yang masih kecil sakit (Kitab Samuel II, 12:16, 8), demikian pula puasa sebagai tanda berkabung diuraikan dalam Kitab Semuil I, 31:13 dan di tempat lain.
Selain Hari Penebusan, yang oleh syari’at Musa ditetapkan sebagai Hari Puasa (Kitab Imamat Orang Lewi 16:29), yang intinya agar orang-orang merendahkan hatinya dengan berpuasa, sedang para pendeta menebusi mereka agar mereka suci dari dosa. Masih ada lagi beberapa hari puasa yang dipopulerkan setelah Hari Pembuangan, sekedar untuk “memperingati kejadian-kejadian yang menyedihkan tatkala kerajaan Yudah dihancurkan” (En. Br.), di antaranya, ada empat hari puasa yang dijalankan secara tertib, “untuk memperingati permulaan dikepungnya kota Yerusalem, bedahnya kota itu, dihancurkannya Kanisah, dan dibunuhnya Gedaliah” (En. Br.). Jadi sudah menjadi kebiasaan bahwa kesusahan atau peristiwa yang menyedihkan diperingati dengan puasa. Hanya puasa Nabi Musa sebanyak 40 hari, yang teladan ini kelak kemudian diikuti oleh Nabi ‘Isa, ini bukan puasa untuk memperingati dukacita, melainkan puasa yang dijalankan sebagai persiapan untuk menerima wahyu. Agama Kristen tak mengetengahkan pengertian baru tentang puasa. Sabda Yesus Kristus bahwa para murid beliau akan kerap menjalankan puasa setelah beliau mangkat, ini hanya memperkuat pengertian kaum Yahudi tentang puasa yang dihubungkan dengan dukacita dan berkabung.
Agaknya yang menjadi dasarnya pengertian tentang perbuatan orang untuk secara sukarela menjalankan penderitaan dalam bentuk puasa pada waktu terjadi kemalangan dan dukacita, ialah untuk meredakan murka Tuhan dan untuk memohon kasih-sayang-Nya. Agaknya pengertian inilah yang lama kelamaan berkembang menjadi pengertian bahwa puasa adalah perbuatan untuk menebus dosa, karena, orang beranggapan bahwa kemalangan dan malapetaka itu disebabkan karena dosa, dengan demikian puasa merupakan perwujudan lahir adanya perubahan batin dengan jalan tobat.
Hanya dalam agama Islam sajalah puasa berkembang menjadi memiliki arti yang tinggi. Islam menolak samasekali pengertian puasa untuk meredakan murka Tuhan atau memohon kasih sayang Tuhan dengan menjalankan penderitaan secara sukarela; dan sebagai gantinya, Islam mengetengahkan aturan puasa yang harus dijalankan secara teratur dan terus menerus, yang ini sebagai sarana untuk mengembangkan daya-daya batin manusia, seperti halnya shalat, tanpa memandang keadaan orang-seorang atau bangsa, apakah dalam keadaan senang atau susah. Walaupun di dalam Qur’an Suci diuraikan mengenai puasa yang dijalankan sebagai tebusan (fidyah), ini hanyalah merupakan alternatif dari perbuatan kedermawanan, yaitu memberi makan kepada kaum miskin atau memerdekakan budak belian.
Adapun aturan puasa dalam bulan Ramadan, itu dimaksud untuk melatih disiplin tingkat tinggi bagi jasmani, akhlak dan rohani, dan ini nampak dengan jelas dengan diubahnya bentuk dan motif puasa, yaitu dengan dibuatnya puasa menjadi aturan yang permanen, dengan demikian, puasa pada bulan Ramadan tak ada hubungannya dengan pengertian puasa pada waktu menderita kesusahan, kemalangan dan berbuat dosa, bahkan dalam Qur’an dijelaskan, bahwa tujuan puasa yang sejati ialah “agar kamu menjaga diri dari kejahatan (tattaqun)”. Kata tattaqun berasal dari kata ittaqa artinya, menjaga sesuatu dari yang membahayakan dan bisa melukainya, atau menjaga diri dari yang dikuatirkan yang akan berakibat buruk pada dirinya (R).
Akan tetapi selain arti tersebut, kata itu digunakan oleh Qur’an Suci dalam arti menetapi kewajiban, seperti tersebut dalam 4:1, dimana diuraikan bahwa kata arham (ikatan keluarga) dijadikan pelengkap (object) dari kata ittaqu; demikian pula kata ittaqullah dimana Allah dijadikan pelengkap bagi kata ittaqu; oleh sebab itu arti kata ittaqa dalam hal ini ialah menetapi kewajiban. Menurut bahasa Qur’an, orang yang bertaqwa (muttaqin), ialah orang yang telah mencapai derajat rohani yang amat tinggi. “Allah adalah kawan orang-orang yang bertaqwa (muttaqin)” (45:19). “Allah mencintai orang muttaqi” (3:75; 9:4, 7). “Kesudahan yang baik adalah bagi orang muttaqin” (7:128; 11:49: 28:83). “Orang muttaqin akan memperoleh tempat perlindungan yang baik” (38:49). Masih banyak lagi ayat yang menerangkan bahwa menurut Qur’an Suci, orang muttaqi ialah orang yang telah mencapai derajat rohani yang tinggi. Oleh karena tujuan puasa itu untuk menjadi orang muttaqi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa perintah Qur’an menjalankan puasa itu bertujuan agar orang dapat mencapai derajat rohani yang tinggi.

Resep Menu Buka Puasa - Resep Bubur Asyura

Resep Bubur Asyura – Resep Makanan Buka Puasa
http://ustadchandra.files.wordpress.com/2009/12/buburasyura.jpg
Bahan:
* 100 gram beras, cuci bersih
* 400 cc santan cair/encer
* 200 cc santan kental
* 1 sdt garam
* 2 lembar daun salam
Pelengkap:
* Opor ayam
* Abon daging sapi
* Serundeng
* Sambal goreng kering tempe
* Dadar telur, dipotong tipis
* Bawang goreng
* Cabai, potong halus, digoreng
* Kacang kedelai goreng
* Daun kemangi
* Biji delima atau jeruk bali
Cara Membuat:
1. Rebus santan cair, masukkan beras, garam dan daun salam. Masak hingga beras lunak.
2. Masukkan santan kental, masak terus hingga menjadi bubur.
3. Sajikan bubur selagi hangat dengan bahan pelengkap.

Makna Puasa Dalam Kebudayaan Umat Manusia

Perang Uhud, pertempuran untuk mencegat pasukan kafir Quraisy yang bermaksud menyerang Madinah, adalah perang yang paling sengit di zaman RasuluLlah SAW. Hamzah, pamanda RasuluLlah SAW syahid dan RasuluLlah SAW luka dalam perang itu. Dalam perjalanan pulang ke Madinah ketika pasukan Islam sementara diistirahatkan, RasuluLlah SAW bersabda: “Kita baru saja melakukan Jihaadu lAshghar dan akan kita menghadapi lagi Jihaadu lAkbar”. Dengan nada heran seorang sahabat bertanya: “Ya RasulaLlah, jika tadi di Bukit Uhud itu, pertempuran yang sesengit itu masih termasuk perang yang sangat kecil (ashghar = sangat kecil, bentuk isim tafdhiyl dari shaghiyr = kecil), maka musuh yang bagaimana hebatnya (akbar = sangat besar, dari bentuk kabiyr = besar) yang akan dihadapi nanti?” RasuluLlah SAW menjawab: Yaitu musuh yang senantiasa manusia hadapi, musuh yang ada dalam diri manusia.”

Adapun musuh yang senantiasa kita hadapi yang ada dalam diri kita adalah naluri mempertahankan diri dan naluri meningkatkan kwalitas kehidupan material yang salah kiprah, yang disebut Al Hawa-. Itulah yang senantiasa bergesek dengan kekuatan ruhaniyah yaitu akal yang berdzikir dengan mekanisme qalb (hati nurani) dan berpikir dengan mekanisme otak, yang menjadi jati diri kemanusiaan. Kedua naluri mempertahankan dan meningkatkan itu sebenarnya perlu bagi manusia, namun tidak boleh salah kiprah, tidak boleh liar, harus dikendalikan oleh kekuatan ruhaniyah yaitu akal kita yang menjadi jati diri kemanusiaan itu. Al Hawa itu mendorong manusia untuk mencari makan dan minum serta nafsu sex untuk mempertahankan jenisnya. Ini harus dikendalikan oleh kekuatan ruhaniyah agar kita tidak menjadi rakus, tidak menjadi sex maniak, tidak menjadi pemangsa, yang walaupun sudah kenyang masih mau menerkam. Adapun naluri yang kedua, naluri meningkatkan kwalitas kehidupan material, itulah yang mendorong manusia untuk pertumbuhan ekonomi (economic growth), sebagai bagian dari kebudayaan. Naluri inilah yang mendorong iradah manusia untuk memacu tiga sekawan: modal – industri – teknologi, ibarat roda yang berputar makin lama makin cepat.
Menurut SunnatuLlah tidak ada yang gratis bagi ummat manusia di bumi ini, semua ada harganya. Apa yang dicapai oleh ummat manusia sekarang dalam memenuhi hasrat nalurinya meningkatkan kwalitas kehidupan materialnya, yaitu berpacunya tiga sekawan itu makin lama makin cepat, akan Allah perlihatkan dalam abad ke-21 nanti: Liyuzhiyqahum ba’dha Lladziy ‘Amiluw, diperlihatkan kepada mereka sebagian dari yang telah dikerjakannya. (S.Ar Ruwm,41).
Pada pokoknya ada dua harga dasar yang dipakai untuk membayar hasrat meningkatkan kwalitas kehidupan material itu, yakni pengurasan sumberdaya alam dan pencemaran. Sumberdaya alam yang non renewable yang penting-penting akan dapat didaur ulang kembali oleh teknologi, limbah industri semuanya dapat dibersihkan oleh teknologi, dan dengan teknologi canggih akan menghasilkan industri yang bersih (clean industries). Untuk mendaur ulang sumberdaya alam perlu energi, yang diperoleh dari pembakaran minyak dan batubara. Artinya pemecahan masalah sumberdaya alam dengan cara mendaur ulang harus dibayar dengan pencemaran termal dan radio aktif. Pencemaran termal itu diakibatkan gas buang CO2, suhu global menanjak, es di kutub mencair, air laut naik. Pencemaran radiasi dapat mencederai gen manusia oleh mutasi paksa, manusia akan mengalami degradasi biologis. Jelaslah pula takkan pernah ada yang disebut industri bersih, karena setiap industri memerlukan tenaga.
Berikut ini akan diberikan sebuah ilustrasi sumberdaya alam yang renewable, dapat diperbaharui kembali oleh TaqdiruLlah yang disebut daur hidrologis: menguap ke atas, turun kembali dalam wujud hujan, masuk ke dalam tanah menjadi air tanah (ground water) mengalir ke laut melalui sungai di atas tanah dan di dalam tanah. Jangan dikira kebutuhan akan air ini tidak membawa masalah. Naluri mempertahankan diri mencari air karena haus ini sekarang sudah menjadi masalah, akibat naluri ingin meningkatkan kwalitas kehidupan material.
Air untuk minum diperluas wawasannya untuk air minum bagi mesin-mesin pabrik industri. Pemakaian ground water untuk keperluan industri katakanlah di Jakarta misalnya menimbulkan masalah. Karena air tanah disedot maka air laut merembes masuk. Tiang-tiang pancang gedung-gedung bertingkat yang waktu dahulu masih belum dibungkus dengan lapisan yang tahan air laut, karena waktu itu pembangunan belum berwawasan lingkungan, dalam keadaan tidak berdaya terhadap infiltrasi air laut yang bergaram itu. Di Jakarta tidak kurang jumlahnya gedung-gedung bertingkat yang tiang-tiang pancangnya masih telanjang. Gedung-gedung tersebut dalam keadaan rawan menanti nasibnya akan ambruk insya Allah, karena tiang pancangnya dimakan air laut.
Alhasil, upaya untuk menyelamatkan kebudayaan ummat manusia dari kerusakan global, strateginya bukanlah ditujukan pada hasil yang berupa tiga sekawan itu, melainkan pada penyebabnya, yaitu hasrat naluri manusia yang ingin meningkatkan kwalitas kehidupan material yang tak ada puas-puasnya itu. Upaya penyelamatan itu terletak dalam hal kemampuan manusia untuk menahan dorongan Al Hawa- meningkatkan kehidupan material itu. Kemampuan itu hanya dapat diperoleh dengan jalan latihan yang intensif yaitu berpuasa. Ya-ayyuha Lladziyna A-manuw Kutiba ‘Alaykumu shShiyaamu Kamaa Kutiba ‘ala Llaziyna Min Qablikum La’allakum Tattaquwn (S. Al Baqarah, 2:183), artinya: Hai orang-orang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, seperti telah dowajibkan atas mereka sebelum kamu, supaya kamu bertraqwa. WaLla-hu a’lamu bisshawab.
*Sumber : H.Muh.Nur Abdurrahman

Resep Menu Buka Puasa - Asin Manis Mangga Muda

Asin Manis Mangga Muda
asin_manis_mangga_muda
bahan -bahan :
  • 2 kilogram mangga muda
  • 1 kilogram garam
  • 500 cc air
  • 1 kilogram gula pasir
cara membuat :
Kupas mangga, ambil daging buahnya, lalu iris tipis memanjang sesuai panjang mangga.
Letakkan 1/2 resep garam di dalam wadah, lalu masukkan daging buah mangga tadi, remas-remas hingga rata, biarkan selama 30 menit.
Cuci daging buah mangga dengan air, tiriskan, lalu masukkan sisa garam, remas-remas kembali, cuci dengan air, tiriskan.
Campur air dan gula, masak hingga gula larut, angkat, lalu saring, dinginkan.
Masukkan daging buah mangga tadi, aduk rata, lalu simpan dalam kulkas selama 1 hari agar meresap, sajikan.

PUASA KARENA IMAN DAN IKHLAS


"Barangsiapa berpuasa karena iman dan ikhlas, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Kalimat di atas adalah kutipan dari hadits Abu Hurairah di mana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)



Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud karena iman adalah membenarkan wajibnya puasa dan ganjaran dari Allah ketika seseorang berpuasa dan melaksanakan qiyam ramadhan. Sedangkan yang dimaksud “ihtisaban” adalah menginginkan pahala Allah dengan puasa tersebut dan senantiasa mengharap wajah-Nya." (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 7: 22). Intinya, puasa yang dilandasi iman dan ikhlas itulah yang menuai balasan pengampunan dosa yang telah lalu.


Salah seorang ulama di kota Riyadh, Syaikh 'Ali bin Yahya Al Haddady hafizhohullah memberikan faedah tentang hadits di atas:


1. Amalan yang dilakukan seseorang tidaklah manfaat sampai ia beriman kepada Allah dan mengharapkan pahala dari Allah (baca: ikhlas). Jika seseorang melakukan amalan tanpa ada dasar iman seperti kelakuan orang munafik atau ia melakukannya dalam rangka riya' )(ingin dilihat orang lain) atau sum'ah (ingin didengar orang lain) sebagaimana orang yang riya', maka yang diperoleh adalah rasa capek dan lelah saja. Kita berlindungi pada Allah dari yang demikian.


2. Sebagaimana orang yang beramal akan mendapatkan pahala dan ganjaran, maka merupakan karunia Allah ia pun mendapatkan anugerah pengampunan dosa -selama ia menjauhi dosa besar-.


3. Keutamaan puasa Ramadhan bagi orang yang berpuasa dengan jujur dan ikhlas adalah ia akan memperoleh pengampunan dosa yang telah lalu sebagai tambahan dari pahala besar yang tak hingga yang ia peroleh.


4. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits yang lain, pengampunan dosa yang dimaksudkan di sini adalah pengampunan dosa kecil. Adapun pengampunan dosa besar maka itu butuh pada taubat yang khusus sebagaimana diterangkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jum'at yang satu dan Jum'at yang berikutnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, maka itu akan menghapuskan dosa di antara dua waktu tadi selama seseorang menjauhi dosa besar." (HR. Muslim).


[Sumber: http://haddady.com/ra_page_views.php?id=311&page=19&main=7]


Semoga amalan puasa kita bisa membuahkan pengampunan dosa yang telah lalu.

Wallahu waliyyut taufiq.



http://ariffinhanif.blogspot.com/2011/08/puasa-karena-iman-dan-ikhlas.html

Resep Menu Buka Puasa - Es Buah santan

Es Buah santan
es_buah_santan
Bahan – bahan :
  • 400 gram melon, bentuk bulat
  • 400 gram semangka, bentuk bulat
  • 5 buah markisa, ambil buah dan bijinya
  • 500 cc santan
  • 100 gram gula pasir
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/4 sendok teh garam
cara membuat :
Campur santan, gula, daun pandan, dan garam, aduk rata, lalu masak di atas api kecil hingga mendidih, angkat, dinginkan.
Letakkan melon, semangka, dan markisa ke dalam tiap gelas, lalu siram dengan sebagian santan di atasnya, sajikan.

Arti Puasa

Apalah arti puasa kita …
Kalau hanya menahan lapar dan haus di siang hari
Apalah arti puasa kita …
Kalau hanya menggeser sarapan pagi 2-3 jam lebih awal, dan merangkap makan siang dan sore lebih malam
Apalah arti puasa kita …


Kalau mata ini masih memandang yang tidak seharusnya
Apalah arti puasa kita …
Kalau yang keluar dari mulut hanyalah kata tanpa makna, ghibah, atau malah maksiat pada-Nya
Apalah arti puasa kita …
Kalau telinga ini mendengar suara yang hanya menjauhkan diri dari dzikir pada-Nya
Apalah arti puasa kita …
Kalau kaki melangkah bukan pada masjid malah tempat sampah
Apalah arti puasa kita …
Kalau tangan dipergunakan tak sebagimana mestinya
Apalah arti puasa kita …
Kalau pikiran melayang entah kemana
Apalah arti puasa kita …
Kalau orang lain terganggu dengan sikap kita
Apalah arti puasa kita …
Kalau mulut tertutup tanpa senyum pada saudara seiman dan kering dari dzikir-Nya
Apalah arti puasa kita …
Kalau tak ada yang berubah sedikitpun dari kita setelah selesainya
Apalah arti puasa kita …
Kalau diri ini lebih buruk dari sebelumnya
Apalah arti puasa kita …
Kalau tak ada kebaikan yang keluar dari diri kita
Betapa banyak orang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan haus …
Semoga diri ini bisa menghindarinya.



http://sonyanugrah.multiply.com/journal/item/18/Arti_Puasa?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Resep Menu Buka Puasa - Punch Tomat

Punch Tomat
punch_tomat


bahan -bahan :
  • 5 buah tomat matang, potong kecil-kecil
  • 500 cc sari jeruk
  • 1 buah jeruk lemon, ambil airnya
  • 50 cc sirup rose
  • 250 cc Sprite
cara membuat :
Campur tomat dan sirup rose, aduk rata, lalu blender hingga halus, angkat.
Masukkan sari jeruk, aduk rata, lalu tambahkan air jeruk lemon, aduk rata, simpan dalam kulkas.
Bila akan disajikan, masukkan Sprite, aduk rata, lalu sajikan.

PENGERTIAN PUASA

Secara bahasa al-shiyâm, al-shaum, puasa, berarti menahan, al-imsâk. Seperti firman Allah yang mengisahkan Maryam: “Aku bernadzar puasa kepada Tuhan yang Pemurah”(QS. Maryam/19: 26). Al-shau, puasa, di sini berarti menahan bicara, diam.Adapun puasa dalam pengertian terminologi agama adalah menahan diri dari makan, minum dan semua perkara yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan syarat-syarat tertentu.Sebagian ulama mendefinisikannya sebagai: “penahanan diri dari syahwat perut dan syahwat kelamin sepanjang hari disertai niat sebelum fajar selain waktu haid, nifas, dan hari-hari raya”. Puasa Ramadhan mulai diwajibkan pada bulan Sya’ban, tahun kedua Hijriyah. Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / subuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya. Hari-hari yang dilarang untuk puasa, yaitu : saat lebaran idul fitri 1 syawal dan idul adha 10 dzulhijjah dan Hari tasyriq : 11, 12, dan 13 zulhijjah. Puasa memiliki fungsi dan manfaat untuk membuat kita menjadi tahan terhadap hawa nafsu, sabar, disiplin, jujur, peduli dengan fakir miskin, selalu bersyukur kepada Allah SWT dan juga untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.Orang yang diperbolehkan untuk berbuka puasa sebelum waktunya adalah : Dalam perjalanan jauh 80,640 km (wajib qodo puasa), Sedang sakit dan tidak dapat berpuasa (wajib qodo puasa), Sedang hamil atau menyusui (wajib qada puasa dan membayar fidyah),Sudah tua renta atau sakit yang tidak sembuh-sembuh (wajib membayar fidyah 3/4 liter beras atau bahan makanan lain)

  • Puasa Ramadhan : Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib bagi orang yang sehat. Sedangkan bagi yang sakit atau mendapat halangan dapat membayar puasa ramadhan di lain hari selain bulan ramadan. Puasa ramadhan dilakukan selama satu bulan penuh di bulan romadhon kalender hijriah / islam. Puasa ramadhan diakhiri dengan datangnya bulan syawal di mana dirayakan dengan lebaran ied / idul fitri.
  • Puasa Senin Kamis : Puasa senin kamis hukumnya adalah sunah / sunat di mana tidak ada kewajiban dan paksaan untuk menjalankannya. Pelaksanaan puasa senin kamis mirip dengan puasa lainnya hanya saja dilakukannya harus pada hari kamis dan senin saja, tidak boleh di hari lain.
  • Puasa Nazar : Untuk puasa nazar hukumnya wajib jika sudah niat akan puasa nazar. Jika puasa nazar tidak dapat dilakukan maka dapat diganti dengan memerdekakan budak / hamba sahaya atau memberi makan / pakaian pada sepuluh orang miskin. Puasa nazar biasanya dilakukan jika ada sebabnya yang telah diniatkan sebelum sebab itu terjadi. Nazar dilakukan jika mendapatkan suatu nikmat / keberhasilan atau terbebas dari musibah / malapetaka. Puasa nazar dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas ni’mat dan rizki yang telah diberikan.
  • Puasa Bulan Syaban / Nisfu Sya’ban: Puasa nisfu sya’ban adalah puasa yang dilakukan pada awal pertengahan di bulan syaban. Pelaksanaan puasa syaban ini mirip dengan puasa lainnya.
  • Puasa Pertengahan Bulan : Puasa pertengahan bulan adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan sesuai tanggalan hijriah. Pelaksanaan puasa pertengahan bulan mirip dengan puasa lainnya.
  • Puasa Asyura: Puasa asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 di bulan muharam / muharram. Pelaksanaan puasa assyura mirip dengan puasa lainnya.
  • Puasa Arafah: Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 di bulan zulhijah untuk orang-orang yang tidak menjalankan ibadah pergi haji. Pelaksanaan arafah mirip dengan puasa lainnya.
  • Puasa Syawal: Puasa syawal dikerjakan pada 6 hari di bulan syawal. Puasa syawal boleh dilakukan pada 6 hari berturut-turut setelah lebaran idul fitri. Pelaksanaan arafah mirip dengan puasa lainnya.
http://cuyacuza.wordpress.com/2010/03/19/pengertian-puasa/

Resep Menu Buka Puasa - Es Buah Semarak

Es Buah Semarak
es_buah_semarak
bahan – bahan :
  • 1 kaleng buah koktil
  • 200 gram anggur hijau, cuci bersih
  • 150 gram manisan kolang-kaling, beri warna merah
  • 150 gram manisan kolang-kaling, beri warna hijau
  • 100 gram kismis
  • 2 buah apel, potong tipis kecil tanpa dikupas
  • 400 cc air
  • 200 gram gula pasir
  • 2 buah jeruk lemon, ambil airnya
  • 500 cc Sprite
cara membuat :
Campur air, air buah koktil, dan gula, aduk hingga rata, lalu masak hingga mendidih, angkat, dinginkan.
Masukkan koktil, anggur hijau, manisan kolang-kaling merah, manisan kolang-kaling hijau, kismis, dan apel ke dalam mangkuk besar, lalu tambahkan campuran air gula tadi, aduk rata, simpan dalam kulkas.
Bila akan disajikan, masukkan Sprite dan air jeruk lemon, aduk rata, lalu tambahkan es batu secukupnya, sajikan.

Model Artis Terseksi

Cewek Cantik Hot

Solusi Soal CINTA

Wanita Idola

Postingan Populer